SEKOLAH DI MUSIM HUJAN

Musim hujan begini saya teringat 8-9 tahun yang lalu , ketika saya masih berstatus pelajar SMP . Dimana dulu saya adalah pelajar dari keluarga seorang petani . Ketika hujan tiba ada perasaan yang sangat emosional bagi saya , antara senang dan sedikit mrengut . Hujan berkah bagi bapak saya dan "musibah" bagi saya .
**
Waktu itu saya menuju sekolah hanya dengan jalan kaki . Susahnya itu kalau setiap pagi openingnya pakai acara basah-basahan . Gerimis . Musibah tenan . Tapi untungnya ndilalah kok saat jalan itu yaa Alhamdulilah lancar . Kecuali saat saya kelas 2 SMP ding . Hari Rabu saat itu perjalanan tinggal beberapa meter saja untuk sampai ke sekolahan . Dari rumah memang cuacanya sedikit gelap . Sekolah saya diselatan Puskesmas Jatisrono , yang  sekolah standar nasional itu ehem ehem  . Sedang rute jalan saya adalah dari timur pasar Jatisrono keselatan , meLewat balai desa . Nah pas di balai desa ini saya harus berteduh , karena hujan . sekedar untuk menyelamatkan buku dan sragam sekolah saya agar ndak basah ya sudah tak tunggu udanMU .
**
Sampai beberapa menit hujan ndak juga reda . Feeling teman saya , ini jam sudah hampir menginjak pukul 7 . Apa boleh bikin . Kami bertiga merangsek dibawah rerintikan air hujan yang tak mau memberi jeda kepada kami untuk sekedar sampai di sekolah agar tidak basah kuyup . Sedikit berlari dan menunduk kami melindungi tas yang sudah berganti posisi didepan bukan dibelakang punggung lagi .
**
Itu hanya pas berangkatnya saja . Pas pulang sekolah malah sering sekali saya kehujanan dipertengahan jalan . Saya adalah pelajar yang mempunyai motto maju terus pantang ngeyup . Kasep njegur sisan teles . Ditambah perut kosong . Maklum uang saku seribu hanya cukup buat menebus semangkok soto ibu kantin selatan WC , untuk minumnya saja saya terkadang harus ngempet karena memang ndak disediain air putih . Kadang-kadang juga ada teman yang baik hati mau berbagi teh sisrinya , beberapa kali saya juga pernah menyambar teh teman yang baru dipesan walapun ndak ditawar i sampai tinggal setengahnya hehehehe , byasa memang begitu kelakuan teman saya yang punya uang pas untuk beli soto . Jadi bukan saya saja yang rese bin nggragasi .
**
Tekat saya untuk sampai rumah sudah bulat betul saat itu . Dan konsekuensinya dari kegigihan saya mempertahankan motto itu adalah basah kuyup ,  sragam tas kaos kaki sepatu semua basah . Sudah barang tentu agar esok bisa sekolah semuanya itu harus saya panggang satu persatu . Parahnya adalah ketika LKS yang dulunya setebal 1,5 cm kini mengembang jadi sekitar 5 cm . Ditambah sampul belakang yang sudah tidak bisa saya selamatkan . Itu LKS  semester 1 yang materinya sudah dibahas sampai halaman tengah . Ironis . Mau beli nanggung ndak beli juga bingung ndak punya . Ndak punya anggaran dana tak terduga . Maklum bocah e pak tani ndak ada perhitungan sejauh itu ada uang yaa untuk hari ini . Dan esoknya ngutang .
**
Tas sragam sepatu kaos kaki saya panggang dengan sedikit jarak dari mulut pawon padas didapur emak . Untuk buku dan LKS saya panggang diakhir acara . Menggunakan panggangan yang biasa digunakan emak untuk mengupas kacang mete . Sudah barang tentu buku dan LKS saya "harumnya" bukan main nanti , bau pudoh mete atau getah mete . Untuk mensiasatinya saya gunakan pelembut pakaian yang saya semprotkan menggunakan botol bekas spalding , biar ada wangi-wanginya gitu .
**
Karena sampul LKS saya sudah ndak bisa saya selamatkan akhirnya saya harus berfikir keras mensiasatinya . Saat itu LKS bahasa inggris . Dimana gurunya cinta kebersihan , kerapian dan galaknya ndak nanggung-nanggung  . Tapi cantik . Akhirnya saya bongkar tumpukan koran bekas koleksi saya . Berharap ada sesuatu yang bisa membantu saya memecahkan solusi LKS yang kehilangan sampul belakangnya ini . Koran  bekas , sebuah benda yang bisa menyalurkan hobi saya baca membaca . Koran ini biasanya saya beli kiloan . Meskipun isinya kadaluarsa dan kadang sudah tidak relevan lagi .... Yaa memang hanya sekedar untuk baca-baca saja sih . Ndak ada dana buat beli yang baru
**
Akhirnya saya menemukan sebuah brosur motor Supra Fit (sponsor DBL) dari Jawa Pos . FULL COLOR . lebih tebal dari koran . Dan pas sekali jika dijadikan sampul . Dengan bantuan gunting staples lakban dan ilmu penjilidan yang saya pelajari dari tukang fotokopi  jadilah LKS bahas inggris saya yang "memang beda" dengan LKS teman-teman yang lain , udah gitu wangi pula . Pokoknya gerrrrnya berantakan .
**
Sebuah kisah yang mampu memberi guratan

0 Komentar untuk "SEKOLAH DI MUSIM HUJAN"

 
Copyright © 2014 - Fandi Erdiansa
Template By. Album Cyber Published By: Indonesian Templates